Polisi Segera Terapkan Tilang Online Untuk Berantas Pungli

tilang

Dalam rangka peningkatan pemberantasan pungli di Indonesia, sepertinya berbagai cara semakin serius dilakoni oleh Presiden dan jajaran pemerintah. Salah satu bidang yang menjadi sasaran ketat adalah kepolisian, karena sepanjang jaman ini di pihak kepolisian terutama kepolisian lalu lintas sangat rawan terjadi pungli. Tahun 2017 depan, atas instruksi Presiden, Korlantas Mabes Polri akan mencanangkan inovasi terbaru mereka terkait masalah tilang, yaitu tilang online.

Tilang online ini membutuhkan aplikasi yang bisa diunduh pada smartphone berbasis Android milik semua pengguna kendaraan. Aplikasi yang direncanakan akan meluncur pada tahun 2017 mendatang ini akan diuji cobakan dahulu selama satu bulan, lalu akan diadakan evaluasi. Para petugas Polantas pun akan terlebih dulu mendapatkan pelatihan mengenai tilang online tersebut.

Sedang Disosialisasikan

Sistem ini mau tidak mau harus diakui menjadi sesuatu yang masih baru dan awam bagi banyak petugas kepolisian. Pihak Korlantas Polri pun harus bekerja keras untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para anggotanya di seluruh Indonesia. Menurut keterangan yang diberikan oleh Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Pol Agung Budi, saat ini Korlantas Mabes Polri sedang melakukan sosialisasi kepada para anggotanya, jika sudah diterapkan, praktik pungli di jalanan pun seharusnya bisa berkurang.

Ia juga mengatakan bahwa sosialisasi tilang online yang sedang berlangsung saat ini sudah sampai pada jajaran polisi lalu lintas di 16 polda dan 64 polres seluruh Indonesia. Sebanyak 16 polda tersebut adalah Metro Jaya, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara. Beliau berharap, setelah berlakunya tilang online ini semoga praktek pungli di jalanan dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Proses Tilang

Setelah sistem tilang online ini diterapkan di Indonesia, para pengendara kendaraan bermotor diharapkan untuk menguduh aplikasi e-Tilang di Play Store Android. Setelah itu, pelanggar yang sudah megakui keselamatannya dan sudah dijatuhi denda tinggal memasukkan nomor tilang ke dalam aplikasi, lalu akan muncul jumlah denda yang harus dibayarkan sesuai pasal yang dilanggar. Setelah membayar denda, pengemudi bisa kembali mengambil SIM atau dokumen kendaraan dari petugas, jadi para pelanggar tidak lagi harus berlama-lama antri di loket pembayaran ataupun datang mengikuti sidang.

Cara pembayaran dendanya pun cukup fleksibel karena ada beberapa cara. Bisa dibayarkan melalui cara transfer ke bank BRI melalui ATM, bisa juga menggunakan mobile banking, atau bisa juga langsung datang ke bank BRI terdekat dan menyebutkan nomor tilangnya jika pelanggar tidak memiliki ATM dan mobile banking. Lalu bagaimana dengan pelanggar yang tidak memiliki smartphone Android ? Tidak usah cemas, aplikasi ini akan ada di smartphone milik petugas yang melakukan tilang, jadi pelanggar tetap bisa memasukkan nomer tilang kemudian melihat jumlah dendanya dari smartphone petugas.

Sumber Berita