Kelemahan Rem ABS dan Kenapa Tidak Dipakai F1 Serta MotoGP

Banyak kendaraan yang kini menggunakan istem rem modern dengan anti-lock braking system atau rem ABS yang mencegah ban terkunci saat ngerem. Tapi cara kerja sistem tersebut dikatakan memiliki kelemahan sendiri, pengendara harus bisa membaca jarak kendaraan di depannya, tidak bisa seperti rem manual yang telah umum.

Rem ABS tidak digunakan bahkan dilarang digunakan pada MotoGP maupun F1, karena ABS bekerja saat pengereman keras terjadi. Sehingga sebagian atau semua roda berhenti sementara kendaraan masih melaju, hal tersebutlah yang membuat pengendara kendaraan dengan ABS harus bisa membaca jarak antara kendaraan yang ditungganginya dengan kendaraan yang ada di depannya. Sedangkan pebalap butuhnya late braking, padahal pada sistem ABS akan mendeteksi pegerakan roda depan belakang.

Jadi bila dengan rem ABS ini mereka motor ataupun mobil saat ditarik rem pada kecepatan tinggi, jaraknya terlalu mepet dengan kendaraan apalagi di depannya roda empat bisa terjadi tabrakan. Rem mendadak pada sistem ABS kendaraan tidak akan langsung berhenti. Singkatnya pengendara yang menggunakan motor ataupun mobil dengan sistem ini harus bisa membaca jarak dengan kendaraan lain.

Contoh jarak ideal agar berkendara dengan motor yang disematkan sistem pengereman ABS aman adalah 25 meter jika kecepatan 60km/jam. Berarti jarak kita dengan kendaraan di depannya harus 25 meter, karena saat ditekan rem ABS, dia akan berhenti dengan kisaran jarak 17 meter, dia tidak mau berhenti sesuai yang kita inginkan.

Misal punya jarak 15 meter dari kisaran jarak 17 meter, berarti ada sisa dua meter dan jarak yang dua meter itu yang bisa membuat celaka. Untuk itu meski dikalim aman, sistem pengereman ABS juga punya kelemahan tersendiri jika dibanding dengan rem manual pada umumnya.