Ketika Pembangunan Kota Semarang Kalah Dengan Kemacetan

Kota semarang sebuah ibu kota provinsi Jawa Tengah, kota metropolitan yang penuh dengan pesona glamor khas kota besar. Pertumbuhan pesat kota ini terus terjadi setiap tahun. Bukan hanya dampak positif tapi juga menghadirkan dampak negatif yang tidak sedikit. Salah satu dampak negatif dari pesatnya pertumbuhan ialah kemacetan.

Banyaknya orang yang terus datang dan menghuni kota diiring pertumbuhan secara langsung memicu kemacetan. Jika anda tinggal di kota Semarang deretan mobil dan motor berdesakan dipagi hari bahkan nsampai malam hari adalah pemandangan yang wajar. Berbagai langkah terus dilakukan pemerintah untuk mengatasinya, salah satunya dengan penambahan bis umum trans Ambarawa- Semarang dan pembangunan infrastruktur terus dikebut.

Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kota meliputi penambahan ruas jalan, pelebaran serta penambahan gerbang tol. Yang terbaru pemerintah melebarkan dan membuat flay over di Jatingaleh, yang menjadi salah satu pusat kemacetan di kota Semarang. Meski memicu kemacetan cukup parah namun langkah pelebaran dilengkapai fly over ini cukup cerdas karena nantinya bisa akan mengatasi kemacetan jangka menengah. Tapi semua pembangunan yang dilakukan ternyata palah kalah dengan kemacetan.

Kekalahan pembangunan terhadap kemacetan ini terlihat jelas saat salah satu mall terkemuka diberikan izin beroprasi ditepi Jalur utama, jalan penghubung Provinsi juga penghubung kabupaten dengan ibu Kota Jawa Tengah tersebut. Pembangunan mall yang kemudian dengan cepat diiringi dengan peresmiannya beberapa waktu yang lalu. Mall baru tersebut ramai pengunjung namun kurang lahan parkir, ditambah itu adalah jalur utama tentu saja kota Semarang menjadi macet didaerah tersebut.

Lihat saja dari kawasan Pudak Payung sampai Banyumanik macet  parah. Entah karena salah dalam prediksi ataupun riset penataan kota tapi yang jelas telah terjadi kemacetan, pelebaran serta pembangunan fly over Jatingaleh kota Semarang terasa percuma dan hambar. Akhirnya yang dirasa Pembangunan infrastruktur kota Semarang kalah dengan kemacetan.